Dengan bagi masyarakat. Di masa kini, berbagai macam

 

Dengan
berkembangnya teknologi, internet semakin memberikan banyak kemudahan bagi
masyarakat. Di masa kini, berbagai macam kegiatan seperti menonton film,
memperoleh bahan pelajaran, bekerja melalui jejaring sosial, dan lain
sebagainya dapat dilakukan secara online.
Di antara hal tersebut, salah satu kegiatan online
yang sangat digandrungi adalah e-commerce,
atau kegiatan belanja online. Terbukti
bahwa berdasarkan riset yang dilakukan oleh DI-Marketing
pada bulan Agustus 2016, 77% dari total populasi penduduk Indonesia melakukan
aktivitas belanja online. Total
populasi tersebut kemudian terbagi lagi, dengan rentang umur 26-30 sebagai
pengguna belanja online dengan
peringkat tertinggi sebesar 86%, dan rentang umur dibawah 18 sebagai peringkat
terendah dengan penggunaan sebesar 45%. Belanja online dapat didefinisikan sebagai kegiatan jual beli suatu barang
melalui internet. Produk yang dijual secara online
ini juga sangatlah beragam, dari kebutuhan rumah tangga sampai barang
elektronik, semua dapat dibeli secara online.
Belanja online, jika dilihat dari berbagai aspek
memiliki kelebihan dan kekurangan bagi kedua sisi penjual dan pembeli, namun, ada
beberapa aspek lainnya yang merupakan kelebihan dari belanja online, tetapi disaat yang bersamaan
merupakan kekurangannya juga

 

Belanja
online menawarkan banyak kelebihan
baik dari sisi pembeli maupun penjualnya. Aspek pertama yang merupakan
kelebihan belanja online bagi kedua
sisi adalah luasnya pasar toko online.
Hal ini kemudian menyebabkan banyaknya alternatif produk yang ditawarkan pada berbagai
macam situs belanja online. Pembeli
akan mendapatkan banyak variasi dari produk yang diinginkan, seperti banyaknya
pilihan warna, bahan, ataupun ukuran. Untuk mencari dan membandingkan banyaknya
variasi produk ini pun pembeli tidak perlu bersusah payah dan bepergian jauh
dari satu toko ke toko lainnya, melainkan pembeli dapat melakukan pencarian ke
situs milik toko lain melalui internet. Selain itu, berbagai macam toko online biasanya juga sudah dilengkapi
dengan fitur pencarian, dimana pembeli dapat melakukan pencarian secara detail
mengenai spesifikasi barang yang diinginkan. Pembeli juga diberikan banyaknya
alternatif harga dari produk yang dicari, sehingga pembeli dapat memperoleh
harga yang paling rendah untuk produk yang sama, tanpa mengorbankan kualitas
dari produk yang dibeli. Dengan kelebihan ini, pembeli bisa mendapatkan produk
yang lebih sesuai dengan keinginannya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Luasnya
pasar toko online ini juga menjadikan
belanja online suatu kelebihan bagi sisi
penjual. Jika dibandingkan dengan toko konvensional dimana calon pembeli hanya
dapat membeli barang jika mereka datang secara langsung ke gerai fisik, penjual
di toko online pun akan mendapatkan
pasar yang jauh lebih luas. Jangkauan yang lebih luas tersebut dikarenakan
penjual di toko online memasarkan
produknya di internet, dimana produk tersebut dapat dilihat oleh siapapun dan
dimanapun. Pasar yang dijangkau tersebut pun dapat menjadi lebih luas apabila
pemilik toko online mendaftarkan toko
nya di situs e-commerce besar seperti
Tokopedia, Lazada, Shopee, dan
lain-lain, dimana toko online
tersebut dapat dengan lebih mudah dilihat oleh masyarakat luas. Selain itu, penjual pun juga
tidak memerlukan toko fisik dan tempat yang luas untuk dapat menjual produk
sebanyak mungkin.

Aspek
lain yang menjadi kelebihan dari belanja online
adalah kedua sisi pembeli dan penjual dapat menghemat tenaga dan waktu yang
dikeluarkan. Kelebihan ini merupakan suatu keunggulan utama dari belanja online, terutama bagi masyarakat yang
tidak memiliki banyak waktu luang. Pembeli dan penjual tidak akan terikat oleh
waktu dan tempat, karena toko online
dapat diakses dengan mudah melalui perangkat yang dimiliki seperti handphone, tablet, ataupun laptop.
Sehingga, kedua sisi pembeli dan penjual tidak perlu mendatangi toko secara langsung. Pembeli
dapat memilih barang yang ingin dibeli dan melakukan transaksi secara online, bahkan di sela waktu luang sang
pembeli. Penjual pun juga dapat mengelola tokonya dengan lebih mudah karena
hanya perlu membukanya melalui internet.

Aspek
kelebihan dari belanja online yang
terakhir adalah rendahnya biaya yang harus dikeluarkan oleh penjual. Penjual
dapat menghemat modal awal yang dikeluarkan karena toko online tidak memerlukan gedung atau toko fisik yang dapat
dikunjungi secara langsung oleh pembelinya. Penjual juga dapat menghemat biaya
operasional yang dikeluarkan karena mereka tidak diharuskan untuk membeli
kelengkapan toko lainnya seperti meja atau rak, dan tidak memerlukan banyak
pegawai. Penjual hanya perlu mendaftarkan tokonya kedalam situs jasa e-commerce besar seperti Tokopedia, Shoppee, dan lain-lain,
kemudian mereka dapat langsung memasarkan barang dagangannya di situs tersebut.
Aspek biaya rendah ini juga kemudian menjadi kelebihan bagi pembeli, karena
biaya rendah tersebut akhirnya membuat para penjual toko online berani memasang harga yang relatif lebih murah dibandingkan
di toko konvensional. Namun tentunya hal ini relatif bagi setiap toko online.

Selain
berbagai kelebihan yang ada, di sisi lain, belanja online juga memiliki kekurangan. Meskipun terlihat mudah dan dapat
dilakukan dengan cepat, kedua sisi pembeli dan penjual dapat terjerumus kedalam
dampak negatif yang mungkin terjadi jika tidak berhati-hati. Aspek kekurangan
yang pertama adalah adanya kemungkinan barang yang dibeli tidak sesuai dengan
ekspektasi pembeli. Ketika pembeli memesan suatu produk secara online, maka akan ada kemungkinan bahwa barang
yang dipesan ternyata berbeda dengan ekspektasi awal. Barang tersebut bisa saja
memiliki warna yang berbeda dibandingkan dengan apa yang terlihat secara online, ukurannya mungkin terlalu besar
atau kecil, ataupun bahan dari barang tersebut tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
Pembeli juga tidak dapat mengecek kondisi barang tersebut sebelum membeli,
serta mengecek keaslian dari barang yang akan dibeli. Hal ini kemudian berimbas
bagi sisi penjual yang bersangkutan. Penjual harus bertanggung jawab dan
menerima keluhan pembeli yang tidak puas dengan barang yang dibeli, agar
penjual memiliki reputasi yang baik di mata pembelinya. Penjual juga harus
memiliki suatu kebijakan terkait pengembalian barang yang tidak sesuai dengan
pesanan.

Selain
itu, kekurangan lainnya dari belanja online
adalah adanya kemungkinan bagi pembeli maupun penjual untuk saling ditipu. Dari sisi
pembeli, beberapa perusahaan jasa e-commerce
besar seperti Lazada, Tokopedia,
Bukalapak, dan lain-lain memang sudah memiliki sistem pembayaran sendiri,
sehingga pembeli akan merasa lebih aman ketika bertransaksi di situs-situs
tersebut. Namun sebagian besar bisnis online
yang menjual produknya melalui media sosial seperti di Facebook, Instagram, dan sebagainya belum memiliki sistem
pembayaran sendiri, sehingga pembeli diharuskan untuk melakukan pembayaran
melalui transfer ATM. Pembayaran dengan metode transfer ini
dapat menimbulkan potensi bagi penjual untuk berlaku tidak jujur, dengan cara
mengambil uang pelanggan namun kemudian tidak mengirimkan barang yang telah
dipesan. Adanya kemungkinan tidak amannya data kartu kredit yang digunakan
untuk bertransaksi online pun juga
semakin membuat para pembeli menjadi sungkan untuk berbelanja secara online.

Tidak
hanya pembeli yang memiliki kemungkinan untuk ditipu melalui metode belanja online, namun, penjual pun juga
berpotensi untuk ditipu oleh pembeli. Pembeli dapat saja melakukan hit-and-run. Hit-and-run terjadi ketika seorang pembeli memesan suatu produk
kepada penjual online, namun kemudian
tidak melakukan pembayaran ataupun memalsukan pembayaran. Hal tersebut kemudian
akan berdampak kepada kerugian yang dialami oleh penjual, ketika penjual sudah
terlanjur mengirimkan barang kepada pembeli yang melakukan penipuan tersebut. Kekurangan
dari belanja online yang terakhir
adalah adalah lamanya proses pengiriman barang. Dapat dilihat dari data di
grafik diatas, bahwa menurut persepsi calon pelanggan, kekurangan terbesar
belanja online terletak pada lamanya
proses pengiriman barang. Berbeda dengan jika membeli secara langsung di toko,
ketika berbelanja online, pembeli
harus menunggu beberapa hari, bahkan minggu, agar barang tersebut dapat sampai
ke tangan pembeli. Produk yang dibeli pun dapat lebih lama lagi sampai di
tangan sang pembeli, jika toko tempat barang tersebut dibeli memiliki sistem Pre-Order. Hal ini akhirnya juga menjadi
suatu aspek kekurangan bagi penjual, karena penjual menjadi orang yang
disalahkan ketika barang pesanan pembeli tidak kunjung sampai. Padahal, lamanya
proses pengiriman barang merupakan kesalahan dari jasa kurir pengantar.

Selain
kelebihan dan kekurangan bagi kedua sisi, ada beberapa aspek lainnya dimana
belanja online memberikan kelebihan
bagi sisi penjual namun menjadi suatu kekurangan dari sisi pembeli. Aspek yang
pertama adalah perilaku konsumtif yang mungkin terjadi dari sisi pembeli.
Perilaku konsumtif tentunya menjadi suatu kekurangan bagi sisi pembeli. Hal ini
akan sangat mungkin terjadi karena pembeli akan memiliki kecendrungan untuk
membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan ketika sedang berbelanja online. Pembeli bisa saja pada awalnya
hanya sedang melihat-lihat suatu laman belanja online, namun kemudian menemukan suatu barang dengan potongan harga
yang menggiurkan dan secara impulsif membelinya. Padahal, barang tersebut
sedang tidak diperlukan. Aspek ini tentu saja menjadi suatu kelebihan bagi sisi
penjual, karena penjual kemudian mendapat tambahan penjualan dari perilaku
konsumtif para pembelinya.

Aspek
lainnya adalah produk yang dijual secara online
tidak dapat dicoba terlebih dahulu sebelum dibeli. Hal ini tentunya merupakan
suatu kekurangan bagi pembeli, karena produk yang dibeli secara online memiliki kemungkinan yang sangat
besar untuk tidak sesuai dengan spesifikasi tubuh kita. Produk seperti pakaian
atau sepatu yang dibeli secara online tidak
dapat dicoba terlebih dahulu, sehingga akan ada kemungkinan bahwa ukurannya kemudian
terlalu kecil atau besar ketika barang sudah terlanjur dibeli. Bagi sisi
penjual toko online, aspek ini
merupakan suatu kelebihan. Penjual dapat mengurangi jumlah barang yang rusak
karena penjual tidak perlu menyediakan barang display yang dapat dicoba oleh pembeli. Sama halnya bagi produk
kosmetik dan alat kecantikan, penjual tidak perlu mengorbankan persediaan
barangnya karena mereka tidak perlu menyediakan barang tester untuk dicoba oleh calon pembeli.

Belanja
online memang memiliki banyak
kelebihan dan kekurangan, baik dari sisi penjual dan pembeli. Dari sisi seorang
pembeli, pembeli harus dapat terlebih dahulu mempertimbangkan segala kelebihan
dan kekurangan yang ada sebelum menggunakan jasa belanja online. Berbelanja secara online
memang dapat menjadi alternatif yang baik dibandingkan dengan berbelanja secara
langsung di toko konvensional, terutama untuk orang yang tidak memiliki banyak
waktu luang. Tetapi, di sisi lain, berbelanja secara online juga berpotensi untuk menimbulkan beberapa kerugian.
Meskipun begitu, kerugian tersebut dapat dihindari jika pembeli senantiasa
berhati-hati. Jika pembeli memastikan dengan baik bahwa produk yang akan dibeli
memang sudah sesuai dengan keinginan, serta toko online yang menjadi pilihan merupakan toko dengan rekam jejak yang
aman, maka dapat dipastikan bahwa belanja online
akan lebih banyak memberikan kelebihan dibandingkan kekurangannya.

Dari
sisi penjual pun, kekurangan juga dapat diatasi, dengan syarat penjual tersebut
harus siap dengan segala konsekuensi yang dapat muncul ketika membuka toko online. Penjual harus dapat membangun
reputasi yang baik di mata para pembelinya, dengan cara seperti memberikan
testimoni dari pembelinya terdahulu, agar dapat memperoleh kepercayaan dari
sisi pembeli. Pada akhirnya, tentunya kelebihan dan kekurangan dari belanja online pun akan tergantung dari
preferensi masing-masing pembeli dan penjual yang berbeda, untuk lebih memilih toko
konvensional atau toko online.

 

x

Hi!
I'm Barry!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out