PEMBAHASAN residu dan ramah lingkungan tapi memiliki satu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

A.   
Pengolahan Minyak Bumi

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Proses awal pemrosesan minyak
bumi yaitu fraksionasi dari
minyak mentah dengan menggunakan proses destilasi bertingkat, adapun hasil yang
diperoleh adalah sebagai berikut:

 

Sisa
yang akan diperoleh adalah

:           1. Minyak yang dapat menguap :
Minyak-minyak pelumas, lilin, parafin dan vaselin.
2. Bahan yang tidak dapat menguap : aspal dan arang minyak bumi.

 

a.      Fraksi Gas

Pengolahan minyak bumi dapat menghasilkan gas alam tapi bukan hanya dari
prngolahan minyak bumi, gas alam juga dapat dihasilkan langsung. Gas alam
sebagian besar terdiri dari alkana berantai karbon rendah yaitu antara lain
metana, etana, propana, butana dan iso-butana. Penggunaan gas alam antara lain
adalah:

1. Bahan bakar rumah tangga atau pabrik

Gas alam merupakan bahan bakar yang tidak meninggalkan residu dan ramah
lingkungan tapi memiliki satu kekurangan yaitu tidak berbau sehingga sulit
erdeteksi ketika bocor. Oleh karena itu di dalam penggunaannya gas alam
diberikan zat yang dapat memberikan bau agar lebih mudah terdeteksi ketika ada
kebocoran.

 

2. Karbon hitam (Carbon
Black)

Karbon hitam (Carbon
black) merupakan arang yang terbuat karena
pembakaran yang tidak sempurna. Pegunaannya antara lain sebagai :
– Bahan dasar dalam pembuatan cat, tinta cetak dan tinta Gina.
– Zat pengisi pada karet

Karbon hitam terbuat
karena nyala gas bumi ke sebuah bidang
datar yang didinginkan, arang yang terbentuk kemudian dipisahkan  dan dibagi berdasarkan kehalusannya. 4 atau 4,5%
zat penghitam dihasilkan oleh Metana yang mengandung 75% dan sisanya hilang
sebagai asap, zat asam arang dan sebagainya.

 

1.      Pemrosesan Minyak Bumi

Pada pemrosesan minyak bumi terdapat dua proses utama yaitu:

1. Proses pemisahan (separation processes)

2. Proses konversi (convertion processes)

Proses pengilangan (refines) awal adalah pengubahan komponen minyak
menjadi fraksi-fraksi yang nantinya dapat dijual berupa beberapa tipe dari
destilasi. Beberapa proses kimia dan pemanasan akan dilakukan untuk memperbaiki
kualitas dari produk minyak mentah yang diperoleh. Seperti  pada tahun 1912 permintaan gasolin melebihi cadangan
yang tersedia sehingga untuk memenuhi permintaan tersebut maka digunakan proses
“pemanasan” dan “tekanan” yang tinggi untuk mengubah fraksi
yang tidak diharapkan. Pengubahan molekul besar menjadi molekul yang lebih
kecil  dalam range titik didih gasolin
disebut cracking.

a.     
Proses Pemisahan
(Separation Processes)

Unit operasi yang digunakan dalam penyulingan minyak sederhana
tetapi terdapat ha kompleks didalamnya yaitu interkoneksi dan interaksinya.

 

Proses pemisahan tersebut yaitu :

1. Destilasi

Bensin, kerasin dan minyak gas disuling pada tekanan atmosfer, fraksi-fraksi
minyak pelumas dapat mencapai suhu yang lebih tinggi dimana zat-zat hidrokarbon
akan terurai di titik suhu antara 375°C -400°C . Oleh karena itu lebih baik minyak
pelumas disuling dalam keadaan tekanan yang diturunkan. Pompa vakum (vacum
pump) dikgunakan untuk mengurangi tekanan.

 

2. Absorpsi

Tahap ini merupakan proses untuk memisahkan zat yang bertitik didih
tinggi dengan gas. Minyak gas digunakan untuk menyerap gasolin alami dari
gas-gas basah. Gas nantinya akan dikeluarkan dari tempat penyimpanan gas
sebagai hasil dari pemanasan matahari yang akan diserap ulang oleh tanaman.
Steam stripping akan digunakan sebagai pengabsorpsi hidrokarbon fraksi ringan
dan memperbaiki kapasitas absorpsi minyak gas.

Proses ini dilakukan untuk hal-hal sebagai berikut:

– Untuk mendapatkan fraksi gasolin alami yang dapat dicampurkan pada bensin.

– Untuk pemisahan gas-gas rekahan dalam suatu fraksi yang sangat
ringan (misalnya fraksi yang terdiri dari zat hidrogen, metana, etana) dan
fraksi yang lebih berat yaitu yang mempunyai komponen-komponen yang lebih
tinggi.
– Untuk menghasilkan bensin yang dapat digunakan dari berbagai gas ampas dari
suatu instalasi penghalus.

 

3. Adsorpsi

Material berat gas dapat diperoleh dari proses adsorpsi.

 

Pemakaian adsorpsi pada minyak yang digunakan dalam industri
antara lain :

– Untuk mendapatkan natural gasoline dari gas-gas bumi, dalam hal
ini arang aktif digunakan .

– Untuk menghilangkan bagian yang memberikan warna dan dan menghilangkan hal
yang tidak dikehendaki dari minyak, tanah liat digunakan untuk menghilangkan
warna dan bauxiet (biji oksida-aluminium).

4. Filtrasi

Digunakan untuk memindahkan endapan lilin dari lilin yang mengandung
destilat. Filtrasi dengan tanah liat digunakan untuk decolorisasi fraksi.

 

5. Kristalisasi

Sebelum di filtrasi lilin harus dikristalisasi supaya menyesuaikan
ukuran kristal dengan cooling dan stirring. Lilin yang tidak diinginkan
dipindahkan dan menjadi lilin mikrokristalin yang diperdagangkan.

6. Ekstraksi

Pengerjaan ini didasarkan pada pembagian dari suatu bahan tertentu
dalam dua bagian yang mempunyai sifat dapat larut yang berbeda.

 

b. Proses Konversi (conversion processes)

Hampir 70% dari minyak mentah di proses secara konversi di Amerika
serikat, mekanisme yang terjadi berupa pembentukan “ion karbonium” dan
“radikal bebas”.

Dibawah ini amerupakan konversi dasar yang penting:
1. Cracking atau Pyrolisis

Cracking atau pyirolisis yaitu proses pemecahan molekul-molekul hidrokarbon
besar menjadi molekul-molekul hidrokarbon lebih kecil dengan menggunakan pemanasan
atau katalis.

 

Dengan menggunakan pemanasan dan katalis yang cukup maka
hidrokarbon parafin akan terpecah menjadi dua fragmen atau lebih dan salah
satunya berupa olefin. Semua reaksi pada cracking adalah endotermik dan
melibatkan energi yang tinggi. Proses cracking meliputi:

* Proses cracking thermis murni

Proses ini merupakan proses pemecahan molekul-molekul besar dari
zat hidrokarbon yang dilakukan pada suhu tinggi yang bekerja pada bahan dasar selama
waktu tertentu.

 

Proses cracking dilakukan untuk menghasilkan fraksi-fraksi bensin
yang berat yaitu yang bensin yang memiliki bilangan oktan yang buruk karena bilangan
oktan akan meningkat jika titik didihnya menurun. Oleh karena itu pada cracking
bensin berat dapat diperoleh suatu perbaikan dalam kualitas bahan pembakarnya
yang disebabkan oleh dua hal yaitu:

– Menurunnya titik didih rata-rata

-Pembentukan alkena

 

Maka bilangan oktan dapat meningkat dengan sangat tinggi, misalnya
dari 45-50 hingga 75-80.

 

*Proses cracking thermis dengan katalisator

Karena adanya katalisator maka reaksi cracking dapat terjadi pada
suhu yang lebih rendah dan itu akan mempercepat reaksi. Keuntungan adanya
proses thermis dengan katalisator yaitu:

– Perbandingan antara bensin terhadap gas sangat baik yang disebabkan
karena pendeknya waktu cracking pada suhu yang lebih rendah.

– Bensin dihasilkan dengan angka oktan lebih baik.

 

Karena adanya katalisator dapat terjadi proses isomerisasi, dimana
alkena dengan rantai luru akan diubah menjadi hidrokarbon bercabang, selanjtnya
terjadi senyawa aromatik-aromatik dalam fraksi bensin yang lebih tinggi yang akan
mempengaruhi bilangan oktan.

 

 

 

 

 

 

 

x

Hi!
I'm Barry!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out